Keesokan harinya, setelah mandi dan sarapan, kami menuju balai desa, desa Pasawahan. Disana kami dijelaskan oleh kepala desa yang bernama Pak Dahlan tentang data-data desa Pasawahan, sumber daya–sumber daya yang ada di desa Pasawahan dan seluk beluk desa Pasawahan lainnya. Selain itu kami juga melakukan tanya jawab untuk lebih mengetahui desa Pasawahan juga untuk melengkapi lembar kerja kelompok.
Setelah mengetahui seluk beluk desa Pasawahan, kami menuju industri batako dengan berjalan kaki cukup jauh. Setelah sampai di tempat pembuatan batako, rasa lelah kami diganti dengan keasikan dalam membuat batako. Batako terbuat dari tanah yang dicampur kapur (tanah kapur) yang dicetak dalam cetakan berbentuk balok yang ditengahnya dilubagi dengan dua batang besi. Dalam membuat batako, kami harus mengeluarkan cukup banyak energi karena saat mencetak batako diperlukan tenaga yang besar. Setelah selesai membuat batako, kami harus berjalan kembali menuju tempat penggilingan padi yang terletak di samping hamparan padi yang indah. Disana kami dijelaskan bagaimana para petani menggiling padi. Dahulu padi digiling dengan cara ditumbuk, sedangkan sekarang, akibat dari perkembangan zaman, padi digiling menggunakan mesin penggilingan.
Setelah sholat dan makan siang, kami mempersiapkan presentasi yang akan dilakukan pada malam hari secar berkelompok dengan cara wawancara, membuat dan menghias display, membuat presentasi dalam bentuk powerpoint, dan hal-hal lain yang perlu disiapkan untuk presentasi. Pada malam hari, setelah makan malam dan sholat, kami memulai kegiatan presentasi. Dalam presentasi tersebut, kami diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris, atau setidaknya menggunakan dua bahasa yaitu, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Keesokan paginya, kami menuju ke daerah persawahan di Pondok Maos untuk melakukan kegiatan sebagai petani. Pertama, kami dijelaskan tentang, padi, gabah, beras, alat-alat bertani dan penjelasan-penjelasan tentang bertani lainnya. Kemudian, dengan didampingi para petani, kami diberi kesempatan untuk mencangkul tanah untuk menanam padi, membajak dengan kerbau, membuat petak-petak pada tanah yang akan ditanami padi, dan menanam padi seperti layaknya petani asli. Setelah membersihkan diri dari lumpur dan berganti baju, kami segera menuju kolam renang yang sejak hari pertama ingin kami masuki. Kami sangat senang berenang disana dan tidak lupa kami mengambil banyak sekali gambar untuk kenang-kenangan field study nantinya. Tetapi sayangnya bebrapa orang tidak ikut berenang karena sakit. Tetapi kami tetap senang berenang di kolam renang Pondok Maos.
Setelah mandi dan mengepak barang, kami berfoto beberapa kali di Pondok Maos untuk kenang-kenangan. Kemudian kami menuju restoran yang berada di Lido untuk makan di atas rakit. Kami benar-benar menikmati saat-saat makan di atas rakit. Setelah puas makan di atas rakit, kami pun bergegas kembali menuju Jakarta. Lalu beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 03.30 sore, kami tiba di SMP Labschool Jakarta, dan kemudian kembali ke rumah masing-masing. Kami sangat senang mengikuti kegiatan field study ini.