The Venus Flytrap is a small herb, forming a rosette of four to seven leaves, which arise from a short subterranean stem that is actually a bulb-like rhizome. Each leaf reaches a maximum size of about three to ten centimeters, depending on the time of year; longer leaves with robust traps are usually formed after flowering. Flytraps that have more than 7 leaves are colonies formed by rosettes that have divided beneath the ground.
The leaf blade is divided into two regions: a flat, heart shaped photosynthetic capable petiole, and a pair of terminal lobes hinged at the midrib, forming the trap which is the true leaf. The upper surface of these lobes contains red anthocyanin pigments and its edges secrete mucilage. The lobes exhibit rapid plant movements, snapping shut when stimulated by prey. The trapping mechanism is tripped when prey items stumble against one of the three hair-like trichomes that are found on the upper surface of each of the lobes. The trapping mechanism is so specialized that it can distinguish between living prey and non-prey stimuli such as falling raindrops;[3] two trigger hairs must be touched in succession or one hair touched twice,[3] whereupon the lobes of the trap will snap shut in about 0.1 seconds.[4] The edges of the lobes are fringed by stiff hair-like protrusions or cilia, which mesh together and prevent large prey items from escaping. (These protrusions, and the trigger hairs, are probably homologous with the tentacles found in this plant’s close relatives, the sundews.) The holes in the meshwork allow small prey to escape, presumably because the benefit that would be obtained from them would be less than the cost of digesting them. If the prey is too small and escapes, the trap will reopen within 12 hours. If the prey moves around in the trap, it tightens and digestion begins more quickly.
Speed of closing can vary depending on the amount of humidity, light, size of prey, and general growing conditions. The speed with which traps close can be used as an indicator of a plant’s general health. Venus Flytraps are not as humidity dependent as are some other carnivorous plants, such as Nepenthes, Cephalotus, most Heliamphora, and some Drosera. The Venus Flytrap exhibits variations in petiole shape and length and whether the leaf lies flat on the ground or extends up at an angle of about 40-60 degrees. The four major forms are: ‘typica’, the most common, with broad decumbent petioles; ‘erecta’, with leaves at a 45 degree angle; ‘linearis’, with narrow petioles and leaves at 45 degrees; and ‘filiformis’, with extremely narrow or linear petioles. Except for ‘filiformis’, all of these can be stages in leaf production of any plant depending on season (decumbent in summer versus short versus semi-erect in spring), length of photoperiod (long petioles in spring versus short in summer), and intensity of light (wide petioles in low light intensity versus narrow in brighter light).
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda my project | Leave a Comment »
Pitcher plants are carnivorous plants whose prey-trapping mechanism features a deep cavity filled with liquid known as a pitfall trap. It has been widely assumed that the various sorts of pitfall trap evolved from rolled leaves, with selection pressure favouring more deeply cupped leaves over evolutionary time. However, some pitcher plant genera (such as Nepenthes) are placed within clades consisting mostly of flypaper traps: this indicates that this view may be too simplistic, and some pitchers may have evolved from flypaper traps by loss of mucilage. Whatever their evolutionary origins, foraging, flying or crawling insects such as flies are attracted to the cavity formed by the cupped leaf, often by visual lures such as anthocyanin pigments, and nectar bribes. The sides of the pitcher are slippery and may be grooved in such a way so as to ensure that the insects cannot climb out. The small bodies of liquid contained within the pitcher traps are called phytotelmata. They drown the insect, and the body of it is gradually dissolved. This may occur by bacterial action (the bacteria being washed into the pitcher by rainfall) or by enzymes secreted by the plant itself. Furthermore, some pitcher plants contain mutualistic insect larvae, which feed on trapped prey, and whose excreta the plant absorbs. Whatever the mechanism of digestion, the prey items are converted into a solution of amino acids, peptides, phosphates, ammonium and urea, from which the plant obtains its mineral nutrition (particularly nitrogen and phosphorus). Like all carnivorous plants, they occur in locations where the soil is too poor in minerals and/or too acidic for most plants to be able to grow.
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda my project | Leave a Comment »
Ibu Kris Budiyani, guru KJP sekaligus Wali Kelas Aksel 2.
Untuk Aksel 2 beliau punya misi agar aksel 2 salah satu namanya akan tertulis di prasasti. Untuk itu dia care banget sama muridnya. Beliau selalu mengabari berita penting dari sekolah lewat SMS ke aksel 2. Beliau menyiapkan kartu nilai bagi aksel 2 untuk memantau nilai aksel 2. Wali kelas yang sangat peduli dengan murid-muridnya.
Sebagai guru KJP, beliau mengajar dengan jelas namun detail. Beliau selalu bersemangat dalam menjelaskan, waluapun setiap harinya beliau tidur tengah malam. Beliau sering bilang “Ayo cepet nulisnya, Ibu lagi semangat nih!”. Kalimat yang membuat siswa-siswi berkat “Yahh ibu sih semangat terus!”. Beliau juga berkata “Kalau Ibu diem aja, nanti jadi ngantuk, bisa ketiduran.” Guru yang semangatnya tidak pernah padam.
Semoga misi-nya untuk Aksel 2 tercapai Amin-Amin.
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda clastodeviixel, labschool | 1 Komentar »
Sekarang ini, masyarakat mulai merasakan semakin memburuknya lingkungan Jakarta. Masyarakat pun bisa dibilang tidak sedikit yang mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan dan kenyamanan di kota Jakarta. Untuk itu masyarakat mulai melakukan hal-hal positif yang dapat membantu terbentuknya Jakarta yang ideal. Masyarakat mulai membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret-coret di tempat yang tidak semestinya dan menjaga keasrian lingkungan seperti tidak merusak taman-taman kota.
Dalam lingkup keluarga, para orang tua mulai mengajarkan anak-anaknya untuk membuang sampah pada tempatnya. Para orang tua pun melarang anak-anaknya untuk mencoret-coret tembok, menginjak tanaman, mencabut dedaunan dan hal-hal yang dapat merusak keasrian dan keindahan. Secara tidak langsung para orang tua membuat peraturan-peraturan untuk anaknya. Selain membuatan peraturan, para orang tua pun ikut melaksanakan peraturan yang mereka buat demi membentuk lingkungan hidup yang ideal.
Dalam lingkup sekolah pun mulai ada peraturan-peraturan yang dibuat untuk membentuk Jakarta ideal. Para guru dan karyawan membuat peraturan-peraturan seperti “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan!”, “Jagalah Kebersihan!” dan peraturan-peraturan lainnya. Para guru berusaha membentuk siswa-siswinya agar tidak merusak keasrian lingkungan Jakarta. Para guru pun menyediakan alat-alat pendukung peraturan seperti menyediakan tempat sampah setiap beberapa meter. Para siswa pun menjadi mulai sadar akan pentingnya keindahan dan kebersihan lingkungan. Para siswa dan guru mulai melaksanakan peraturan-peraturan yang ada seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak menginjak tanaman, membawa tanaman untuk penghijauan dan lain sebagainya.
Lingkup yang lebih besar yaitu masyarakat juga tidak kalah penting perannya dalam membentuk Jakarta ideal. Contohnya saja masyarakat dengan kesadaran sendiri memasang peraturan di tempat-tempat umum yang berisi larangan membuang sampah sembarangan, larangan mencoret-coret di tempat umum, larangan menginjak dan memetik tanaman dan juga kegiatan kerja bakti. Sebenarnya masyarakat mempunyai keinginan yang sama dengan pemerintah yaitu membentuk Jakarta menjadi kota yang ideal. Masyarakat ingin kota Jakarta menjadi kota yang bersih, asri, nyaman, aman, sehat, dan damai. Namun, di lain pemikiran, kebanyakan dari mereka masih hanya mau menjaga lingkungan yang itu-itu saja, sehingga sangat perlu sekali jika perintah ikut berperan menyokong dari belakang.
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda my project | Leave a Comment »
Selain ulang tahun Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus juga ulang tahun Clastodeviixel yang pertama. Clastodeviixel sebenarnya ngadain jalan-jalan + nonton setelah upacara. Tapi sedihnya gw gak bisa ikut karena suatu hal yang menyebalkan. Tapi ya gimana lagi, gw bener-bener gak bisa ikut.
Buat gw Clastodeviixel itu kelas yg rame, seru, becandanya gak abis-abis, pinter, anak-anaknya baik-baik bgt. Ada Ody, temen sebangku gw yang heboh, susah diemnya (cuman depan guru doang diem). Ada Lady yang jago banget ballet-nya trus badannya lentur banget. Ada Qorri yang suka banget sama yang Jepang-Jepang gitu. Ada Dhea (maaf) yang gampang banget panik apalagi kalo ulangan. Ada Arsy yang pinter banget matematikanya. Ada Lindsey yang heboh banget. Ada Mutya yang hebohnya sama kayak Lindsey. Ada Rani yang sabar banget kalo Lindsey lagi heboh. Ada Marsha, ketua kelas yang kepemimpinannya bagus banget. Ada Nana yang jago banget gambarnya. Ada Adhine yang Matematikanya juga jago. Ada Fanno yang orangnya lucu banget kalo ngomong. Ada Dilla yang jago mecahin kode-kode & main alat musik. Ada Laras yang jago bikin lagu dan mecahin kode-kode. Ada Diah yang lagi suka banget sama Skandar Keynes. Ada Hasna yang lagi suka banget sama Joe Jonas. Ada Ibeth yang badannya kecil banget. Ada Karim yang JENIUS banget. Ada Adra & Harsyah yang suka banget ngelawak yang ***** (haha). Ada Adi yang Fisikanya hebat. YA teman sekelas yang paling berharga di SMP (yaiyalah). Clastodeviixel, walaupun udah lulus nanti jangan saling lupain satu sama lain yaa!
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda clastodeviixel | Leave a Comment »
Tanggal 17 Agustus 2008, labs ngadain upacara 17-an sekaligus pelantikan OSIS & MPK. Setelah upacara, siswa-siswi menunggu OSIS, MPK, CAPSIS, CAMPK selesai lintas juang. Sambil menunggu, ada penampilan dari perkusi, baca puisi, nyanyi dari SMA. Akhirnya romobongan “LinJu” datang juga. Kemudian acara penyerahan, pengenalan OSIS dll. Agak lama sih di lapangan SMA. Setelah itu anak SMP disuruh ke lapangan belakang (kalo gasalah lapangan SD) untuk pelantikan dan pelepasan jabatan OSIS. Sayangnya gw gabisa ikut karena mau ada acara keluarga jadi harus cepat pulang. Gak enak sih gabisa ngeliat pelantikan, tapi ya gimana lagi. Udah gitu juga gak bisa ikut jalan sama Clasto. T_T
Oya, makasih buat kakak-kakak OSIS & MPK PraskAdhira yang udah nemenin angkatan 16 dari mulai SALAM sampai SAKSI. Buat OSIS & MPK baru, VradyAsavin selamat bertugas.
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda labschool | Leave a Comment »
Innalilahi wa inna ilaihi rojiun. Beberapa minggu yang lalu Noval Ridho Ardiansyah (9 tahun) meninggal dunia akibat gagal ginjal. Sebenarnya dia bukan adik, kakak, sepupu atau saudara gw. Bahkan dia gak ada hubungan darah sama sekali sama gw. Tapi waktu ada kabar dia meniggal gw ikut sedih. Sebenarnya dia salah satu pasien Ayah gw yang terkena kanker tulang. Karena penyakitnya itu dia sampai harus kehilangan kaki kirinya. Seorang anak yang hebat, berani, pantang menyerah, dan sabar. Waktu disuruh bikin Karya Tulis, gw masukin kisah dia ke karya tulis gw. Gw benar-benar terima kasih sama dia, mungkin kalo gak ada dia karya tulis gw gak bakal selesai. Hari ini gw liat lagi karya tulis gw. Gw liat foto dia dari awal gejala sampai kakinya di amputasi. Gw gak nyangka dia bakal meninggal secepat ini. Dia aja baru mau kemoterapi ke 3 (terkahir), menyesakkan banget. Yaa mudah-mudahan dia dterima di sisi Allah. Amin
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda my life | Leave a Comment »
Hari minggu tanggal 10 agustus kemarin diadaka perayaan ulang tahun labschool yang ke 40 tahun labschool. ada acara jalan sehat, peduli labschool, renungan, doa, dll. tapi yang paling seru itu kita nulis-nulis kata-kata kita di spanduk labschool yang bisa berisi semangat untuk labschool, doa untuk labschool, ucapan selamat ulang tahun untuk labschool dan lainya sebagainya. tetapi yang kurang seru adalah (maaf) jalan sehatnya, karena sesak sekali dan jarak jalannya kurang jauh, trus orang yang diluar labschool jadi gak bisa liat jlan sehattnya dan juga tidak bisa mem-”biru”-kan rawamangun (apasih). ok itu semua tentang ulang tahun labschool yang ke 40. Happy Birthday Labschool!!
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda labschool | Leave a Comment »
Pagi hari, Rabu, 30 Juli 2008, gw, ody, qorri dateng ke rumah lady buat ngerjain tugas bahasa indonesia bikin makalah. ya disana kita ngerjain tugas, main DS, belanja di alfamart, beli pulsa dll. Terakhir kita buka fs dan ngedit blog-nya lady. waktu itu gw baru mau ol, jadinya gw nyalain hp N70 gw. waktu nyala, terus ada smms masuk yang ternyata dari nyokap gw yang berbunyi “liv, kamu ninggalin barang apa di sekolah? labs kebakar” gw masih belum terlalu ngerti maksud sms itu, tapi nyokap gw langsung nelfon. reaksi gw “hah, labs kebakar???” ketiga teman gw langsung natap gw dengan tatapan gak percaya. langsung dehh pada ngabarin orang tuanya. qorri yang pulang duluan langsung menuju labs dan janji bakal ngasih kabar ke kita. gw, ody, lady yang gak bisa ke labs shalat dzuhur, berdoa dan ol. waktu gw wudhu and lady mau shalat qorri nelfon dan bilang kalo penyebabnya dari teater besar dan katanya kelas kita aksel 2 kayaknya 60% terbakar. saat itu gw masih berpikir kebakaran itu gak parah. di msn banyak pm yang bilang labs kebakar. banyak juga yang kasih doa. tiba-tiba nyokap nelfon mau jemput dan langsung menuju labs.
Waktu dateng di bagian depan gak keliatan kebakar jadi gw pikir kebakarannya gak parah. tapi waktu gw menuju sd buat jemput adek gw, teater besar udah porak-poranda. langsung dag-dig-dug “gimana nih kelas aksel 1-2???”. waktu masuk lingkungan sd – smp pertama kali kesan gw.. oooh ga parah, tpi ternyata gw menyesal udah mikir kayak gitu. kesan itu langsung hilang waktu hitung jumlah lantai. gw gak percaya hitungan gw berhenti di angka 2. masa sih lantai 3 hilaang?? kelas gw kan lantai 3?? OMG gimana dong? kelas gw, kenangan gw, barang-barang gw, bangku, meja,loker yang baruu, oohhh sekarang udah jadi abu. mamaku langsung bilang sabar ya sabar!! yahh mudah-mudahan labschool tetap semangat, cepat bangkit dan terus maju. amin-amin
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda labschool | Leave a Comment »
ya emg udh lama sh kejadiannya, tapi baru inget skarang. hhe.
Pertamanya, gw ody lady qorri dilla, kaget bgt wktu tau expo ekskul dimajuin. kemudian kita lgsung bgi bgi tugas, dari bikin brosur, bwa hiasan jepang, bendera jepang, dll. besoknya pagi-pagi anak bajep aks. 2 menghias stand bhasa jepang. kemudian datanglah penyelamat lg, anak bajep reguler kelas 8 (sorry gw lupa nama lo, maaaf bgt) membawa hiasan kaligrafi jepang gtw deh. Pokoknya stand-nya jadi tambah bgus lah.
Expo ekskul pun akhirnya mulai. Waktu ditanya sama Pak Ali ada yg MAU IKUT bhasa Jepang, gada yg angkat tangan, padahal wktu acolabs banyaaak bgt yg angkat tangan.
Jadi pesimis deh. Tapi yaudah lah jalanin aja. Terus, gw sama partner tercinta (ody as deodor) bgi-bgiin brosur sambil ngibarin bendera Jepang (sebenernya takut juga sh, nanti dikirain pendukung penjajah). Trus tiba-tiba Dilla minta tambahan brosur yg menyebabkan brosur abis. Akhirnya kita promosiin dengan ngibarin bendera Jepang kyk penjajah, sambil ngmng “ayo ikut bhasa Jepang!” berkali-kali. Capek + haus sih, tapi ternyata memberi hasil yg memuaskan. Sekitar 26 orang-an ikut, yah walaupun gak sebanyak bhs Jerman yg 40-an orang, tapi mungkin bisa memuaskan sensei Ani (yg meninggalkan kita dengan umroh). Sukses ya bahasa jepang SMP Labschool Jakarta !
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda labschool | Leave a Comment »